PROFIL

Proses-Trainer-Gadget

Trainer Gadget

Trainer Gadget merupakan nama sebutan dari Pelanggan, Sahabat bahkan Guru” nya. Karena bidang bisnis yang saya jalani saat ini sebagai Praktisi dan Teknisi Gadget.

Trainer Gadget yang bernama asli Adi, 24 tahun. Anak pertama dari 5 bersaudara ini lahir di Tegal dari keluarga yang sangat sederhana. Dari seorang bapak yang bekerja sebagai  Tukang Becak di Pasar Margasari dan ibu yang bekerja di warung nasi nya. Dari kecil saya mulai diajarkan berdagang dari kelas 1 SD dengan membantu orang tua di Pasar.

Menyelesaikan masa-masa putih abu-abu di SMA N 1 Balapulang Tegal, sekolah yang sampai saat ini masih dibanggakan karena kenangan-kenangan yang menyenangkan dan tak terlupakan. Selepas SMA saya memiliki keinginan kuat untuk mengubah hidup hingga memiliki kemauan belajar yang tinggi.

Disaat banyak teman-teman yang melanjutkan pendidikannya di Bangku kuliah, tapi saat itu saya ngga melanjutkan karena faktor ekonomi. Padahal sudah ada tawaran dari Fakultas ternama karena prestasi saya di bidang Non Akademik dalam ikut kompetisi tingkat nasional sepak bola suratin tahun 2006.

Karir saya dimulai dari seorang karyawan handphone di kampung halaman dari 2007-2008. Karena keinginan kuat untuk mengubah hidup, maka saya bertekad memberanikan diri untuk merantau di Ibu Kota Jakarta dengan mengikuti tes untuk bekerja di sebuah pabrik. Dari 200 an anak yang mengikuti tes melalui yayasan hanya 49 orang yang lolos termasuk salah satunya saya. Maka saat itu saya izin sama bapak dan ibu, saya hanya dikasih uang 250rb untuk merantau ke Ibu Kota Jakarta.

Setelah sampai jakarta dan baru pertama ke jakarta saya kesasar…hehehe Maklum Anak kampung baru pertama kali ke kota. Setelah ketemu yayasan yang ada di Jakarta, tepatnya di kalimalang. Saya langsung bertemu sama pengurus yayasan, ternyata ada persyaratan nya jika kita ingin langsung kerja kita harus menyiapkan uang sejumlah 3jt. Dari persyaratan tersebut saya langsung mundur, lah wong saya dikasih uang dari orang tua Cuma 250rb.

Saya sempat bingung antara  mau balik lagi ke kampung atau mau di jakarta, posisi disaat itu 3 bulan lagi sudah mau lebaran idul fitri. Jadi saya memutuskan untuk kerja apa aja selama di jakarta yang penting halal. Pekerjaan pertama saya di jakarta jadi penjual loper koran di Agen Damai wilayah kelapa gading.  Setiap pagi jam setengah empat saya harus sudah sampai di agen tersebut untuk merapikan koran dan mengantarkannya. Saya bekerja di loper koran selama 2 bulan yang akhirnya saya di ajak sama teman untuk bekerja di sebuah mall. Mall ternama di jakarta pusat. Jadi penjual minuman atau semacam asongan di dalam mall. Seiring berjalan nya waktu saya ketemu sama sahabat satu kampung yang sudah bekerja di Mall tersebut dan akhirnya saya dimasukan kerja jadi karyawan Handphone sampai jadi teknisi gadget.

Berawal dari pertemuan dengan seorang pelanggan yang ternyata beliau merupakan seorang Dosen disebuah kampus ternama di Jakarta, Dari beliau lah saya selalu di motivasiin, bahwa hidup harus naik kelas.

Maka saya memberanikan diri untuk resign / keluar dari kerjaan sebagai karyawan handphone. Dan memulai bisnis dari nol lewat dunia maya, hingga akhirnya memiliki sebuah kios di mall yang sama.

Sebagai Praktisi sekaligus Teknisi Gadget saya sering dimintain untuk mengisi seminar dan workshop untuk anak-anak SMA dan anak-anak Kuliah. Dengan tagline “ Jadikan GADGET sebagai FUNGSI bukan GENGSI untuk Jemput REZEKI “.

Untuk saat ini saya memfokuskan diri bertekad membantu program pemerintah untuk mengurangi pengangguran dengan mengadakan pelatihan-pelatihan Gadget dari segi BISNIS dan TEKNIS serta saya siap untuk membuka diri dan bersinergi dengan siapapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *